18 September, 2023

3 Level Trickshot Dalam Permainan Badminton

Bang Ayas

Dalam dunia bulu tangkis, ada berbagai level atau tingkatan dalam melakukan trickshot atau pukulan kreatif. Berikut adalah tiga level trickshot dalam badminton:

1. Level Dasar (Basic Level)


Playo

Pada level dasar, trickshot yang dilakukan relatif sederhana. Beberapa contoh trickshot dasar termasuk drive shot, drop shot, dan lob shot. 

Trickshot ini umumnya digunakan untuk mengatur permainan, menciptakan tekanan pada lawan, atau mengambil waktu permainan.


2. Level Menengah (Intermediate Level)


HowTheyPlay

Pada level menengah, trickshot yang dilakukan menjadi lebih kompleks dan memerlukan keterampilan teknik yang lebih baik. Contoh trickshot pada level ini adalah net shot, cross-court shot, dan jump smash. 

Trickshot ini membutuhkan pergerakan tubuh yang lebih cepat dan kontrol yang lebih baik pada shuttlecock.


3. Level Lanjutan (Advanced Level)

Volant

Pada level lanjutan, trickshot yang dilakukan sangat mengesankan dan memerlukan tingkat keterampilan yang tinggi. Beberapa contoh trickshot pada level ini adalah trickshot antara kaki (between the legs shot), trickshot di udara (aerial shot), dan trickshot melingkar (around the world shot). 

Trickshot pada level ini biasanya digunakan untuk menghibur penonton atau untuk situasi yang membutuhkan kreativitas dan kecerdasan taktik.


2 Jenis Shuttlecock Serta Kegunaannya Masing-masing

Ada tiga jenis shuttlecock yang umum digunakan dalam olahraga bulu tangkis. Berikut adalah jenis shuttlecock beserta kegunaannya masing-masing:

1. Shuttlecock bulu bebek (feather shuttlecock)

AliExpress

Shuttlecock bulu bebek merupakan jenis shuttlecock yang paling umum digunakan dalam permainan bulu tangkis. Shuttlecock ini memiliki bulu-bulu asli bebek yang ditempatkan di sekitar kepala shuttlecock. 

Kegunaan dari shuttlecock bulu bebek ini adalah memberikan stabilitas dan akurasi saat dipukul. Bulu asli tersebut memberikan kecepatan dan pergerakan yang alami serta membuat shuttlecock ini cocok untuk pertandingan profesional.


2. Shuttlecock nylon (nylon shuttlecock)

Shuttlecock nylon atau sering juga disebut shuttlecock plastik, merupakan jenis shuttlecock yang terbuat dari bahan sintetis. Biasanya memiliki bulu-bulu tipis yang terbuat dari serat nylon. 

Kegunaan dari shuttlecock nylon ini adalah sebagai alternatif yang lebih tahan lama dibandingkan dengan shuttlecock bulu bebek. Shuttlecock nylon juga dapat digunakan untuk latihan atau permainan casual.



17 September, 2023

Alasan Tacko Fall Disebut Sebagai Pemain Gagal Di NBA, Padahal Memiliki Postur Tubuh Tinggi

Tacko Fall

Salah satu alasan mengapa Tacko Fall sering disebut sebagai pemain yang "gagal" di NBA meskipun memiliki postur tubuh yang tinggi adalah karena kemampuannya dalam bermain basket masih perlu diperbaiki dan disesuaikan dengan level permainan NBA. 

Meskipun postur tubuh tinggi memberinya keuntungan dalam hal meraih rebound dan memblokir tembakan lawan, ada beberapa aspek permainan lain yang penting untuk berhasil di NBA.

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh pemain yang memiliki postur tubuh ekstra tinggi seperti Tacko Fall adalah mobilitas. Ukuran tubuhnya yang besar mungkin menghambat kecepatan dan kelincahan yang dibutuhkan dalam permainan NBA yang cepat dan berintensitas tinggi. 

Selain itu, ketidakseimbangan antara tinggi badan dan berat badan dapat menjadi kendala dalam hal kecepatan gerakan dan ketahanan fisik.


Sports Boston

Selain itu, keterampilan dasar seperti menembak dan mengoper bola juga sangat penting di NBA. Meskipun Tacko Fall memiliki keunggulan di area dekat ring karena tingginya, ia masih perlu meningkatkan ketepatan dan konsistensi tembakannya dari jarak yang lebih jauh. 

Juga, sebagai pemain yang jarang diberi kesempatan bermain secara konsisten dalam pertandingan, ini dapat mempengaruhi perkembangan permainannya.

Selain faktor teknis dan keterampilan, juga perlu dicatat bahwa penilaian terhadap pemain seringkali sangat subjektif dan dipengaruhi oleh harapan yang tinggi. Terkadang, pemain yang memiliki postur tubuh tinggi akan lebih diharapkan untuk menghasilkan dampak besar di NBA karena keterbatasan postur tubuh rendah di beberapa posisi. 

Oleh karena itu, ketika mereka tidak memenuhi harapan tersebut, mereka mungkin dianggap sebagai pemain yang "gagal" meskipun mereka mungkin masih dapat memberikan kontribusi berharga dalam permainan.

Dalam hal Tacko Fall, meskipun ia belum mencapai tingkat sukses yang diharapkan, masih ada ruang bagi perkembangan lebih lanjut dalam permainannya. Banyak pemain NBA mengalami perjalanan karir yang berliku dan membutuhkan waktu untuk tumbuh dan beradaptasi dengan tingkat persaingan yang lebih tinggi. 

Dalam jangka panjang, dengan kerja keras, dedikasi, dan pengembangan keterampilan yang tepat, Tacko Fall masih memiliki potensi untuk menjadi pemain yang lebih sukses di NBA.


Aturan-Aturan Dasar Yang Tak Berlaku Lagi Di NBA

The Wenatchee World

Berikut adalah beberapa aturan dasar yang tidak berlaku lagi di NBA:

1. Dua langkah (Two steps rule)

Di masa lampau, pemain diizinkan untuk melangkah dua langkah setelah menghentikan dribble sebelum harus melepaskan bola. Namun, aturan ini telah berubah dan sekarang, pemain hanya diizinkan untuk melangkah satu langkah setelah menghentikan dribble.

2. Kontak fisik (Hand checking)

Dulu, pemain diizinkan untuk menggunakan tangan mereka untuk menghalangi atau menggangu pemain lawan dalam satu-satu. Namun, aturan ini telah dihapuskan untuk memungkinkan permainan yang lebih cepat dan serangkaian kontrol pada kontak fisik yang lebih bervariasi.

3. Zona aktif pertahanan (Defensive three-second rule)

Di masa lalu, pemain pertahanan diperbolehkan untuk berada di dalam zona pertahanan mereka tanpa mengawasi pemain lawan selama lebih dari tiga detik. Aturan ini telah dihapuskan dan sekarang pemain pertahanan harus menjaga pemain lawan mereka tanpa batasan waktu.

4. Permainan fisik (Hard fouls)

Di masa lalu, beberapa tindakan fisik yang lebih keras sering dianggap sebagai bagian dari permainan dan kadang-kadang dapat diterima. Namun, NBA sekarang menerapkan aturan yang lebih ketat untuk melindungi pemain dari cedera yang tidak perlu, dan para pemain dilarang melakukan tindakan fisik yang berbahaya atau tidak terkontrol.

5. Definisi traveling

Definisi pindah (traveling) dalam permainan bola basket telah mengalami perubahan sepanjang tahun. Dahulu, pemain diizinkan untuk melangkah beberapa langkah setelah menghentikan dribble. Namun, sekarang aturan telah diperketat dan pemain hanya diizinkan melangkah satu langkah setelah menghentikan dribble.


16 September, 2023

5 Pemain NBA Yang Pernah Menjadi Aktor Film

JalanTikus

Banyak pemain NBA telah berperan sebagai aktor dalam film. Beberapa pemain terkenal yang telah mencoba peruntungan di dunia akting adalah:

1. Shaquille O'Neal

Lakers Outsiders

Shaquille O'Neal, yang juga dikenal dengan nama panggung Shaq, telah berakting dalam beberapa film seperti "Kazaam" (1996), "Steel" (1997), "Blue Chips" (1994), dan "Grown Ups 2" (2013).


2. LeBron James

Superstar NBA LeBron James juga memulai kariernya di layar lebar dengan tampil dalam film "Trainwreck" (2015), yang membuatnya mendapatkan banyak pujian atas kemampuan aktingnya. Ia juga akan membintangi sekuel film "Space Jam" yang direncanakan dirilis pada tahun 2021.


3. Kareem Abdul-Jabbar

Bruce Lee

Selain menjadi pemain NBA dengan gelar MVP terbanyak, Kareem Abdul-Jabbar juga terlibat dalam dunia akting. Ia muncul dalam film klasik Bruce Lee, "Enter the Dragon" (1973), serta bermain dalam beberapa film lain seperti "Airplane!" (1980) dan "Game of Death" (1972).


4. Ray Allen

Pemain NBA yang terkenal dengan tembakan tiga poinnya, Ray Allen juga mencoba kemampuan aktingnya. Ia berperan sebagai Jesus Shuttlesworth dalam film "He Got Game" (1998), yang disutradarai oleh Spike Lee.


5. Dennis Rodman

Mantan pemain NBA dan salah satu karakter kontroversial dalam dunia bola basket, Dennis Rodman juga mencoba peruntungannya di industri film. Ia tampil dalam film-film seperti "Double Team" (1997) bersama Jean-Claude Van Damme dan "Simon Sez" (1999).


Pemenang MVP Terbanyak Dalam Sejarah NBA

NBA.com

Pemain yang memenangkan gelar MVP (Most Valuable Player) terbanyak dalam sejarah NBA adalah Kareem Abdul-Jabbar, dengan total enam kali meraih penghargaan tersebut. Abdul-Jabbar adalah salah satu pemain paling dominan dalam sejarah liga dan bermain di posisi center. Ia memenangkan gelar MVP pada tahun 1971, 1972, 1974, 1976, 1977, dan 1980.

Fadeaway World

Selain Abdul-Jabbar, pemain-pemain lain yang juga mendapatkan penghargaan MVP secara banyak termasuk Michael Jordan dan Bill Russell. Jordan memenangkan gelar MVP sebanyak lima kali pada tahun 1988, 1991, 1992, 1996, dan 1998. Sedangkan Russell juga meraih gelar MVP sebanyak lima kali pada tahun 1958, 1961, 1962, 1963, dan 1965.

Catatan MVP terbanyak saat ini dimiliki oleh Abdul-Jabbar, tetapi tentu saja bisa berubah di masa depan dengan kemungkinan munculnya pemain-pemain hebat lainnya yang dapat mengklaim gelar MVP dalam jumlah lebih banyak.

15 September, 2023

Pemain-Pemain Bintang NBA Yang Dibenci Banyak Orang Namun Tetap Konsisten Untuk Menjadi Yang Terbaik, Apa Rahasianya??

Terdapat beberapa pemain NBA yang polarizing dan sering kali dibenci oleh banyak orang, namun memiliki maksud tersendiri di balik sikap dan tindakan mereka. Berikut ini adalah beberapa contoh pemain NBA yang dapat memicu perasaan benci, tetapi memiliki motivasi dan tujuan yang mungkin tidak begitu terlihat dari permukaan:

1. Dennis Rodman

Dennis Rodman adalah seorang pemain yang kontroversial dan dibenci oleh banyak orang karena sikap dan penampilannya yang flamboyan. Namun, di balik tindakannya tersebut, Rodman memiliki dedikasi yang tinggi terhadap permainannya dan berusaha untuk menjadi yang terbaik di bidangnya. Ia adalah seorang rebounder yang luar biasa dan berusaha keras untuk membantu timnya memenangkan pertandingan.


2. Kobe Bryant

Kobe Bryant adalah salah satu pemain hebat dalam sejarah NBA. Meskipun dihormati oleh banyak orang, ada juga sejumlah penggemar bola basket yang membenci Bryant. Namun, di balik sikap dan penampilannya yang kadang berlebihan, Bryant memiliki hasrat dan dedikasi yang tak tergoyahkan untuk menjadi yang terbaik. Ia memiliki tekad yang luar biasa untuk mengalahkan lawan-lawannya dan mempersembahkan yang terbaik untuk timnya.


3. LeBron James

CBS Sports

Sebagai salah satu pemain NBA yang paling terkenal dan berpengaruh, LeBron James juga memiliki sejumlah penggemar yang membencinya. Meskipun banyak faktor yang memengaruhi perasaan tersebut, salah satu alasannya adalah kepindahannya dari satu tim ke tim lain dalam karirnya. Namun, LeBron memiliki maksud tersendiri dalam keputusannya tersebut, yaitu untuk mencapai kesuksesan dan memenangkan gelar juara NBA. Ia juga dikenal karena peran aktifnya dalam menjalankan inisiatif amal dan memperjuangkan keadilan sosial.


Melihat dari perspektif yang lebih luas, terkadang perasaan benci muncul karena pemain-pemain ini memiliki kemampuan yang luar biasa atau sikap yang berbeda dari yang diharapkan oleh sebagian orang. Meskipun dikritik atau dibenci, mereka cenderung memiliki motivasi dan tujuan pribadi yang kuat dalam permainan mereka.

Menjadi Seorang atlet professional dan terkenal tentu memiliki rintangan yang berat, namun bagi mereka yang memiliki tekad yang kuat seperti tokoh besar Anime Japan itu, Monkey D Luffy, tak akan mudah menyerah sekalipun terpuruk. Mental seorang pemenang adalah mereka berjuang dan fokus dengan tujuannya sendiri hingga cacian hinaan tersebut kian mereka anggap seperti halnya hembusan angin di pagi hari.

Berikut adalah beberapa faktor yang tentunya berperan dalam membentuk mental yang tangguh:

Motivasi Internal yang Kuat: Atlet yang memiliki mental baja sering kali memiliki motivasi internal yang kuat untuk membuktikan diri mereka dan membuktikan orang-orang yang meragukan mereka salah. Mereka menggunakan kebencian dan kritik sebagai bahan bakar untuk memotivasi diri mereka sendiri dan meningkatkan kinerja mereka.

Fokus pada Tujuan dan Hasil: Atlet yang tangguh secara mental tidak membiarkan kebencian dan kritik mengganggu fokus mereka. Mereka memusatkan perhatian mereka pada tujuan jangka panjang dan hasil yang ingin mereka capai dalam karir olahraga mereka.

Rasa Percaya Diri yang Tinggi: Atlet yang memiliki mental baja sering memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam kemampuan dan keterampilan mereka sendiri. Mereka yakin bahwa mereka dapat mengatasi rintangan dan membuktikan diri mereka dalam situasi apapun.

Dukungan dan Mentoring yang Tepat: Dukungan dari keluarga, teman, dan pelatih dapat berperan penting dalam membantu atlet mengatasi kebencian dan kritik. Mentoring yang tepat juga dapat membantu atlet mengembangkan pola pikir yang positif dan membentuk mental yang kuat.

Pengalaman dan Ketekunan: Melalui pengalaman dan ketekunan, atlet belajar bagaimana mengatasi tantangan dan kritik dengan cara yang konstruktif. Mereka belajar untuk tetap tenang, fokus, dan terus maju meskipun menghadapi rintangan dan kritik yang keras.

Fakta Menyedihkan Pemain Bola Asal Korea Utara Yang Karirnya Hancur Karena Kebijakan Pemerintahnya Sendiri, Siapa Dia??

The Irish Sun

Faktanya, pemain bola asal Korea Utara yang karirnya hancur karena kebijakan pemerintahnya sendiri adalah Han Kwang-song. Han Kwang-song adalah seorang pemain sepak bola yang menonjol dari Korea Utara. Dia memulai karir profesionalnya di klub Serie A Italia, Cagliari, pada tahun 2017.

Namun, kebijakan pemerintah Korea Utara yang mengatur pemain sepak bola internasional menghancurkan karir Han Kwang-song. Pada tahun 2018, pemerintah Korea Utara mengeluarkan kebijakan yang melarang pemain sepak bola mereka bermain di luar negeri. Akibatnya, Han Kwang-song dipaksa untuk kembali ke Korea Utara dan bermain untuk klubnya yang berasal dari Pyongyang.

Kebijakan tersebut berdampak serius pada karir Han Kwang-song sejauh ini. Dia kehilangan kesempatan untuk berkembang dan bermain di level kompetisi yang lebih tinggi di liga Eropa. Padahal, dengan skill dan potensi yang dimilikinya, dia bisa menjadi pemain yang menonjol di dunia sepak bola internasional.

Sayangnya, kebijakan pemerintah Korea Utara yang membatasi kebebasan pemain sepak bola mereka mengontrol langkahnya dalam berkarir. Ini merupakan fakta menyedihkan tentang bagaimana kebijakan pemerintah dapat menghancurkan peluang dan impian satu pemain sepak bola yang berbakat.